Selasa, 23 Agustus 2011

>>>>>........

Sepertinya bensin mo abis neh, tapi belum ada pom bensin di sepanjang jalan Soekarno Hatta ini, Ya Allah..... mudah2an motor ini ngak mogok dijalan, heuuu...... males aja siang2 bolong dan panas gini harus dorong motor, ngak kebayang entar keringat yg keluarnya segede apa.....

Hmmmm..... panas2 gini enaknya minum es kelapa muda neh, tapi harus cari pom bensin dulu neh kalo ngak bisa bahaya. "Praaaaaaaaaaaakkkkk" suara terdengar dari arah depan motor, waduh suara apaan tuh, ada yang tabrakan kali ya.

Pas nengok ke depan ternyata ada bule yang kesrempet becak, aku pikir itu suara tabrakan mobil atau motor, sejenak motorku kepinggir demi menghindari macet. Mentang-mentang bule yang ketabrak kalo di Indonesia tetep aja jadi tontonan orang, bukannya di tolongin malah di tontonin.

Kantor polisi jauh, mau manggil polisi juga ngak ada pulsa, ah mau ngak mau musti liat tragedi tabrakan ini, penasaran pengen liat ternyata lukanya juga ngak parah-parah amat cuma yang jadi masalah itu bule kok bisa sampai tertabrak becak, bule miskin kali ya ... yang lagi jalan kaki ngak liat kanan kiri main slonong nyebrang padahal dari arah kanan ada becak yang lagi melaju kencang, dan lucunya bulenya ngak mengerti betul bahasa indonesia.

Jadi pas si bule bilang "i'm sorry..." si tukang becak malah ngambek-ngambek sambil menggerutu "dasar bule, kalo nyebrang ngak masang mata, pokoknya saya ngak mau tau anda harus tanggung kerusakan becak saya....., you understand (dibaca tukang becak yu andersten...?", si bule menjawab "please Sir I'm really sorry, my hands is bleeding, please somebody call an Ambulance.......!!!", si tukang becak menjawab " Riri... riri.... nama saya bukan riri tuan, buruan saya minta ganti becak saya.." tukas tukang becak sembari marah-marah. Dan anehnya orang-orang cuma ngeliatin doang, "arghhhhhhhh...... masa aku yang musti ngomong ama ini bule...(berguman dalam hati)".
"Pak, memang becak bapak kenapa, saya liat ngak kenapa-kenapa kok, cuma tergores sedikit kena aspal saja..." tegurku 
"Hei Neng, ngak kenapa-kenapa gimana, neng tau harga cat berapa? ... pokoknya saya minta ganti....!!",
"Sebentar ya pak......" saya berlalu dan menghampiri bule itu
"Are you oke Sir....? sapaku
"My hands.... , but i'm ok, I can handle it...!
"Sir.... this mister wanna have the compensation for the damage, do you have some money....?, I'm sure that in this case, this is your fault because you're not watch your steps..."
"I know... I'm really sorry, how much...?"
"Pak.... berapa bapak mau uang ganti ruginya?, jangan sampai bapak menipu bule ini soalnya saya tau kok berapa harga cat sekarang!" aku bertanya sama tukang becak
"Hmm..... 100.000..." jawab dia
"Ha....? 100.000? bapak ngak salah...? harga cat sama biaya tukangnya saja ngak segitu pak, untuk cacat seperti ini 20.000 aja udah lebih dari cukup...!" jawab aku dengan nada yang agak tinggi
"Alah...... si eneng ini malah belain bule ini, bule kan pasti banyak uangnya neng, 100.000 ngak akan jadi soal buat mereka..." jawab tukang becak
"Bukan masalah itu pak, tapi kalo semua orang seperti ini tetep aja ngak adil bagi semua orang, bule juga manusia....." jawab aku dengan sedikit marah
"ya udah... ya udah..... gpp 20.000 aja......" jawab tukang becak
"Sir.... do you have 20.000 rupiah?" tanya aku ke si bule
"20.000 ? ..... " sambil mengodok dompet di saku belakang
"I just have 1 dollar, I'm not bring any Rupiahs...." saut si bule
"Hmmm....... " aku liat di dompetku ada pecahan 20.000 rupiah 2 lembar + 10.000 1 lembar ("ini juga buat beli bensin plus uang cadangan buat di jalan takutnya kena tilang polisi" gumanku dalam hari, tapi apa boleh buat tukang becak juga ngak ngerti kok kalo di kasih Dollar

"Ini pak 20.000, silahkan bapak perbaiki becak bapak sebaik-baiknya..." aku berkata sambil tersenyum tipis
"Baiklah neng, saya ambil uang ini...." tukang becak berkata sambil berlalu dari hadapan kami dan orang-orang, Tanpa sadar kerumunan orang-orang juga dah pada bubar.
"thank's ....." saut si bule
"Ngak apa-apa kok mister....." jawab aku sambil tersenyum lebar, padahal tetep aja mengharapkan dia ngasih uang 1 dollarnya.
Aku berjalan menghampiri motorku dan mengenakan helmku, pas mau menstater motor, aku melirik bule itu, "kasian juga nih bule, ngak bawa rupiah, ngak tau mau kemana, mana luka lagi..." gumanku dalam hati, mau ngak mau harus nolongin lagi.
"Sir..... are you OK...? your hands seem so hurt..." tanya aku
"I'm ok, thanks for asking...." jawab si bule sambil menahan sakit....... <bersambung..........>









Jumat, 07 Januari 2011

Aq harus tegar......

Sungguh malu, saat aq menghadapi kesulitan, aq bersedih dan langsung bersikap lemah. Aq hanya diam, menyerah, dan berbicara mengeluarkan berbagai alasan-alasan mengapa Aq menyerah. Aq kadang  menyalahkan orang lain, lingkungan, atau kondisi di sekitar.

Alasan-alasan ini hanyalah bukti kelemahan aq, bukti bahwa aq tidak kuat menghadapi berbagai masalah yang muncul. Padahal Tuhan melarang aq bersikap lemah dan bersedih. Aq harus tetap tegar sekokoh batu karang dan tidak bersedih atas segala kesulitan dan beban yang menghimpit.

Hapuslah air mata, bangunlah dari tidurmu. Bangkitlah, karena aq sesungguhnya kuat untuk menghadapi berbagai cobaan yang menerpa. Bersikap lemah dan larut dalam kesedihan tidak akan memberikan solusi bagiQ. Berharap belas kasihan? Tidak dijamin, malah bisa saja aq ditertawakan oleh orang lain. Kesedihan malah memadamkan api energi dalam tubuhQ untuk bertindak dan berkarya.

Bukankah diam ini justru akan membuat masalah berlarut-larut? Masalah tidak akan selesai hanya dengan ditangisi, aq harus kuat dan bertindak mengatasi masalah tersebut. Bukannya diam lemah sambil bersedih hati yang justru akan menambah kecemasan demi kecemasan dalam diriQ. LangkahQ akan gamang, tak jelas arah, dan ujung-ujungnya aq malah tidak akan peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, menyerah dan pasrah. Bangkitlah, hapus air mata, dan kuatkan diri......